Blog ini merupkan blog duplikat blog ayoberkebun. Lebih bertujuan sebagai buck up bila terjadi sesuatu yang tidak diinginkan

Memilih Bibit Lengkeng ( I )

Berapa tinggi tanaman ? Berapa harganya ? Kapan berbuahnya ? Tanaman cuma tinggi 40 cm kok mahal ya ....
Pertanyaan semacam ini mungkin sering kita dengar dalam transaksi jual beli bibit tanaman dalam dunia maya. Jika pembeli dan penjual tidak bisa langsung bertemu, fenomena inilah yang sering terjadi.Sering kali pembeli dan penjual di pasar maya ini berpatokan bahwa semakin tinggi ukuran bibit, semakin mahal harganya. Benarkah demikian ??...
Sebagai gambaran, kita ambil saja contoh untuk bibit lengkeng misalnya. Lengkeng dapat diperbanyak dengan cara okulasi (tempel mata), sambung pucuk (grafting / top enten), sambung susu, cangkok, dan penanaman dari biji. Masing-masing bibit dari cara tadi tentunya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.
Lantas, apa hubungannya dengan pertanyaan "Berapa tinggi tanaman?, Kapan mulai berbuah ?"
Baik, mari kita bahas satu persatu (dalam part I ini kita bahas tentang bibit dari okulasi dan cangkok dahulu)

OKULASI
proses okulasi berhasil
Bibit lengkeng dari okulasi, merupakan perbanyakan dengan cara menempelkan mata tunas indukan pada batang bawah lengkeng yang berasal dari biji. Proses okulasi sendiri sampai menjadi bibit memerlukan waktu kurang
lebih sekitar 2 hingga 3 bulan untuk mencapai ketinggian 20 cm. Karena batang bawah berasal dari biji, bibit ini memiliki perakaran tunjang yang bagus. Sifat dari bibit jenis ini cenderung ngelacir dan meninggi, tanpa adanya percabangan bila tanpa pemangkasan. Tanaman dari bibit hingga bisa berbuah relatif memerlukan waktu yang relatif lama (2-3 tahun).


bibit cenderung ngelacir / meninggi

ciri bibit asal okulasi
Jika kita berpatokan pada tinggi tanaman sebagai ukuran murah mahalnya harga bibit, mungkin bibit dari okulasi ini akan memiliki harga yang tinggi. Tapi apakah itu tolak ukurnya ?? Maukah kita sebagai pembeli membayar mahal dari bibit okulasi yang memiliki tinggi 1 meter lebih misalnya, tapi tanpa adanya percabangan ??? Bandingkan jika kita membeli bibit dengan tinggi 50 cm, tapi karena sudah dipangkas pucuknya, sehingga memiliki percabangan yang kompak. Mana yang akan kita pilih ?!

pemangkasan dini kunci membentuk tajuk

Wah, berarti bibit dari okulasi kurang bagus dong !! Tidak juga !
Oleh karena sifatnya yang cenderung ngelacir, dan lama untuk berbuah, bukan berarti bibit dari okulasi kurang bagus. Dia memiliki pertumbuhan yang relatif cepat, perakarannya tunjang sehingga cocok untuk ditanam di tanah langsung atau di kebun. Mengenai sifatnya yang ngelacir, bisa kita lakukan pemangkasan sejak dini sehingga keluar cabang / tajuk baru yang membuat tanaman akan rimbun. Bibit jenis ini recomended untuk di budidayakan di kebun secara luas.
CANGKOK
Hasil cangkokan memiliki perakaran serabut. Proses pembuatan bibit cangkokan sendiri untuk lengkeng memerlukan waktu 1-1,5 bulan untuk turun cangkok. Setelah turun, mengalami proses perompesan daun hingga 90 % dan dikarantina selama kurang lebih 2-3 minggu untuk menumbuhkan tunas baru.

proses cangkok

proses setelah turun cangkok
Jika hasil cangkokan diambil dari indukan yang produktif, dalam kurun waktu 6-8 bulan bibit hasil cangkok bisa belajar berbuah. Biasanya hasil bibit dari cangkok ini memiliki tajuk yang sudah bagus, dan tinggi tanaman yang tidak terlalu tinggi (ini juga tergantung perompesan dan pemangkasan saat habis turun cangkok). Ada pula hasil cangkokan yang juga tidak bercabang dan ngelacir jika dia diambil dari batang indukan yang jarang dilakukan pemangkasan (ini yang menurut saya kurang bagus). Hasil cangkok, akan menurunkan sifat yang sama persis seperti indukan.
buat tabulampot lebih cocok
ditanam di halaman rumah
Sayang, karena sifat perakaran yang serabut ini, bibit hasil cangkok sering kali tidak kuat terkena angin kencang jika di tanam di kebun areal terbuka. Bibit ini sangat recomended jika ditanam sebagai tabulampot atau di pekarangan atau halaman yang tidak bersifat lapang.
Namun semua keputusan tetap terletak ditangan Anda .....

Author:

Facebook Comment