Blog ini merupkan blog duplikat blog ayoberkebun. Lebih bertujuan sebagai buck up bila terjadi sesuatu yang tidak diinginkan
Showing posts with label Memilih bibit Kelengkeng. Show all posts
Showing posts with label Memilih bibit Kelengkeng. Show all posts

Memilih Bibit Lengkeng ( II )

Memilih Bibit Lengkeng ( II )
Melanjutkan tulisan terdahulu tentang memilih bibit Lengkeng, kali ini akan saya coba ulas tentang bibit dari Sambung Susu dan sambung pucuk (top grafting).

Sambung Susu
Bibit lengkeng dari sambung susu adalah hasil perbanyakan dengan jalan menyusukan batang bawah asal biji dengan indukan yang diinginkan. Pengambilan batang atas dari teknik ini bisa diambil dari indukan yang sudah berbuah / produktif ataupun indukan yang belum pernah berbuah sama sekali. Untuk inilah hati2 dalam memilih bibit dari jenis ini. Perhatikan karakter batang atasnya, apakah dia cenderung lurus keatas atau bengkok / melengkung. Batang atas yang tegak biasanya diambil dari cabang yang sehat, terkena matahari langsung dan sehingga pertumbuhannya juga bagus. Demikian sebaliknya.

bibit sambung susu yg sdh berbuah



ciri batang bibit sambung susu

Perakaran dari bibit jenis ini memiliki jenis perakaran tunjang, sehingga recomended untuk di tanam di kebun yang bersifat lapang. Namun jika di Tabulampotkan, bibit ini juga bagus.
Berapa lama waktu berbuahnya bibit dari sambung susu ??
Bisa cepat, bisa lambat !!! Kok !???
Bisa cepat, jika pengambilan batang atasnya dari indukan yang sudah produktif dan pernah berbuah. Bahkan (dengan jangka waktu 1,5 - 2 bulan bibit ini bisa dipanen) saat panen bibitpun sudah membawa buah. Jika proses awal pembuatan bibit ini menggunakan batang atas yang sudah berbunga / buah pentil, maka saat panen bibit sudah dalam kondisi berbuah.
Bisa lambat, jika pengambilan batang atasnya dari cabang yang kurang produktif dan dari indukan yang belum pernah berbuah.

habis turun dari proses susuan
kurun1,5 tahun bisa berbuah lebat
Sekedar mengingatkan, teknik sambung susu bisa dilihat di sini

Sambung Pucuk
Bibit lengkeng dari sambung pucuk memiliki batang bawah dari biji sehingga ia memiliki perakaran tunjang. Jenis perakaran ini cocok untuk di tanam di kebun / tanah yang bersifat lapang, dimana hembusan angin bisa kencang. Namun demikian tabulampot dari bibit jenis ini juga bisa dan cepat pertumbuhannya
Top enten atau entres pucuk bisa diambil dari indukan yang sudah berbuah ataupun yang belum, tergantung dari si 'pembuatnya'. Sifat dari bibit asal teknik ini tidak terlalu ngelacir seperti bibit dari okulasi. Bahkan jika entres atas diambil dari cabang potongan (bukan pucuk beneran) tidak menutup kemungkinan akan tumbuh tunas baru dengan cabang lebih dari 1. Dengan demikian tajuk tanaman akan terkesan lebih rimbun sejak awal dari pada bibit dari okulasi.
Berapa lama masa berbuahnya ????
Jawabannya Relatif...

usia 3 tahun dari bibit, bisa berbua hlebat

Jika entres diambil dari indukan yang sudah produktif, dalam kurun 8 bulan dia akan bisa berbuah, namun jika entres dari indukan / cabang yang jelek akan butuh waktu lebih dari 1 tahun.
kemungkinan bercabang sejak dini besar

Sekedar contoh, suatu ketika saya lakukan sambung pucuk lengkeng Aroma durian. Pucuk kebetulan diambilkan dari indukan yang produktif. Saat sambungan jadi dan keluar tunas ia langsung membawa bakal bunga. Dari kejadian ini saya simpulkan jika pucuk yang digunakan dari indukan yang produktif, maka dia akan cepat berbuah. Namun sayang jika buah kita pertahankan, dengan alasan tanaman masih kecil maka buah yang ada kemungkinan besar akan tidak terbentuk sempurna. Oleh karenanya bunga yang keluar perlu kita buang supaya tanaman konsentrasi ke pertumbuhan dahulu.
dari entres yang produktif

Dari kesemua asal bibit yang ada, sebenarnya pertanyaan kapan berbuahnya sedikit banyak membuat geli di hati !! Berbuah tapi hanya 1 dompol dan cuma ada 2-3 buah kan sudah bisa dikatakan berbuah. Tapi pernahkah kita berpikir : apa menariknya jika bibit cepat berbuah tapi cuma 2-3 buah. Bandingkan dengan yang memerlukan waktu agak sedikit lama tapi bisa berbuah berdompol-dompol dan satu dompol berisi 9-15 buah lebih.
Jika Anda tertarik pilihan yang terakhir, maka peliharalah bibit dengan baik, lakukan pemangkasan untuk membentuk tajuk, sehatkan tanaman baru dibuahkan dan Anda akan melihat hasilnya.....
Semoga bermanfaat.......
Read More

Memilih Bibit Lengkeng ( I )

Memilih Bibit Lengkeng ( I )
Berapa tinggi tanaman ? Berapa harganya ? Kapan berbuahnya ? Tanaman cuma tinggi 40 cm kok mahal ya ....
Pertanyaan semacam ini mungkin sering kita dengar dalam transaksi jual beli bibit tanaman dalam dunia maya. Jika pembeli dan penjual tidak bisa langsung bertemu, fenomena inilah yang sering terjadi.Sering kali pembeli dan penjual di pasar maya ini berpatokan bahwa semakin tinggi ukuran bibit, semakin mahal harganya. Benarkah demikian ??...
Sebagai gambaran, kita ambil saja contoh untuk bibit lengkeng misalnya. Lengkeng dapat diperbanyak dengan cara okulasi (tempel mata), sambung pucuk (grafting / top enten), sambung susu, cangkok, dan penanaman dari biji. Masing-masing bibit dari cara tadi tentunya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.
Lantas, apa hubungannya dengan pertanyaan "Berapa tinggi tanaman?, Kapan mulai berbuah ?"
Baik, mari kita bahas satu persatu (dalam part I ini kita bahas tentang bibit dari okulasi dan cangkok dahulu)

OKULASI
proses okulasi berhasil
Bibit lengkeng dari okulasi, merupakan perbanyakan dengan cara menempelkan mata tunas indukan pada batang bawah lengkeng yang berasal dari biji. Proses okulasi sendiri sampai menjadi bibit memerlukan waktu kurang
lebih sekitar 2 hingga 3 bulan untuk mencapai ketinggian 20 cm. Karena batang bawah berasal dari biji, bibit ini memiliki perakaran tunjang yang bagus. Sifat dari bibit jenis ini cenderung ngelacir dan meninggi, tanpa adanya percabangan bila tanpa pemangkasan. Tanaman dari bibit hingga bisa berbuah relatif memerlukan waktu yang relatif lama (2-3 tahun).


bibit cenderung ngelacir / meninggi

ciri bibit asal okulasi
Jika kita berpatokan pada tinggi tanaman sebagai ukuran murah mahalnya harga bibit, mungkin bibit dari okulasi ini akan memiliki harga yang tinggi. Tapi apakah itu tolak ukurnya ?? Maukah kita sebagai pembeli membayar mahal dari bibit okulasi yang memiliki tinggi 1 meter lebih misalnya, tapi tanpa adanya percabangan ??? Bandingkan jika kita membeli bibit dengan tinggi 50 cm, tapi karena sudah dipangkas pucuknya, sehingga memiliki percabangan yang kompak. Mana yang akan kita pilih ?!

pemangkasan dini kunci membentuk tajuk

Wah, berarti bibit dari okulasi kurang bagus dong !! Tidak juga !
Oleh karena sifatnya yang cenderung ngelacir, dan lama untuk berbuah, bukan berarti bibit dari okulasi kurang bagus. Dia memiliki pertumbuhan yang relatif cepat, perakarannya tunjang sehingga cocok untuk ditanam di tanah langsung atau di kebun. Mengenai sifatnya yang ngelacir, bisa kita lakukan pemangkasan sejak dini sehingga keluar cabang / tajuk baru yang membuat tanaman akan rimbun. Bibit jenis ini recomended untuk di budidayakan di kebun secara luas.
CANGKOK
Hasil cangkokan memiliki perakaran serabut. Proses pembuatan bibit cangkokan sendiri untuk lengkeng memerlukan waktu 1-1,5 bulan untuk turun cangkok. Setelah turun, mengalami proses perompesan daun hingga 90 % dan dikarantina selama kurang lebih 2-3 minggu untuk menumbuhkan tunas baru.

proses cangkok

proses setelah turun cangkok
Jika hasil cangkokan diambil dari indukan yang produktif, dalam kurun waktu 6-8 bulan bibit hasil cangkok bisa belajar berbuah. Biasanya hasil bibit dari cangkok ini memiliki tajuk yang sudah bagus, dan tinggi tanaman yang tidak terlalu tinggi (ini juga tergantung perompesan dan pemangkasan saat habis turun cangkok). Ada pula hasil cangkokan yang juga tidak bercabang dan ngelacir jika dia diambil dari batang indukan yang jarang dilakukan pemangkasan (ini yang menurut saya kurang bagus). Hasil cangkok, akan menurunkan sifat yang sama persis seperti indukan.
buat tabulampot lebih cocok
ditanam di halaman rumah
Sayang, karena sifat perakaran yang serabut ini, bibit hasil cangkok sering kali tidak kuat terkena angin kencang jika di tanam di kebun areal terbuka. Bibit ini sangat recomended jika ditanam sebagai tabulampot atau di pekarangan atau halaman yang tidak bersifat lapang.
Namun semua keputusan tetap terletak ditangan Anda .....
Read More