Selang beberapa hari menjumpai hama yang menyerang buah lengkeng di kebun belakang rumah, ketemu lagi satu hama yang kali ini menyerang kuncup bunga lengkeng. Selama bebeberapa tahun menanam pohon lengkeng, baru musim kali inilah ditunjukkan beberapa hama yang menyerang pohon lengkeng secara beruntun...Subhanallah...
Thanks ya Alloh...
![]() |
| Menyerang saat sebagian besar bunga masih kuncup |
Bermula saat mengamati pohon lengkeng yang lagi memamerkan bunganya,
terhentilah langkah pada satu dompolan kuncup bunga yang terlihat agak aneh. Beberapa kuncup yang harusnya tumbuh dan berkembang sempurna, terlihat ada yang kering dan beberapa seperti lengket satu sama lainnya.
terhentilah langkah pada satu dompolan kuncup bunga yang terlihat agak aneh. Beberapa kuncup yang harusnya tumbuh dan berkembang sempurna, terlihat ada yang kering dan beberapa seperti lengket satu sama lainnya.
Iseng-iseng beberapa bunga lengket diamati dan dipisahkan, ternyata disitu nampak ulat kecil yang lagi sembunyi sambil berpesta pora memakan tangkai bunga yang belum mekar.
![]() |
| Tanda bunga yang terserang, lengket satu sama lainnya ada semacam jaring pengikat |
Si ulat mengeluarkan semacam jaring putih seperti laba-laba dalam memangsa si bunga kuncup, inilah yang menjadikan si bunga menjadi lengket satu sama lain.
Saat beberapa ulat saya keluarkan dan ketangkap tangan pun, ia mampu mengeluarkan jaring seperti laba-laba pada salah satu ujungnya, dan menjatuhkan diri dengan bergantung pada jaring tadi. Jelas jenis ulat ini berbeda dengan yang memangsa buah lengkeng di tulisan terdahulu.
![]() |
| Si ulat lagi beraktivitas, memakan tangkai bunga |
Apa penyebabnya ??
Yang pasti ada hewan semacam kupu ataupun lalat (belum teridentifikasi) yang menusukkan telur sehingga menetas dan menjadi larva. Sampai saat inipun si penusuk telur ini masih dalam pencarian...bahkan masuk dalam kategori MOST WANTED di kebun.
![]() |
| Saat tertangkap tangan, mengeluarkan jaring dan menjatuhkan diri |
Bagaimana Penanggulangannya ??
Pada mulanya cara konvensional yang saya lakukan, yaitu membuka satu-satu tempat persembunyian sekaligus tempat pesta poranya, lalu memusnahkannya. Namun karena ternyata serangan hampir merata akhirnya saya putuskan untuk menyemprotnya dengan obat. Keputusan ini saya ambil karena melihat kuntum bunga masih dalam kondisi kuncup dan belum mekar, sehingga tidak akan mengganggu penyerbukannya.
Penyemprotan dilakukan di sore hari dengan kekuatan semprot yang rendah. Hasilnya ??? Keesokan harinya saat kembali saya cek persembunyiaan si ulat, ternyata mereka sudah KO alias mati semua...
![]() |
| Serangan mengakibatkan kuncup bunga kering.. |
Semoga bermanfaat....




