Blog ini merupkan blog duplikat blog ayoberkebun. Lebih bertujuan sebagai buck up bila terjadi sesuatu yang tidak diinginkan
Showing posts with label Mangga. Show all posts
Showing posts with label Mangga. Show all posts

Menikmati Mangga Fallan

Menikmati Mangga Fallan
Seperti pada tulisan terdahulu, mangga Falan sering di sebut dengan MAPADA (Mangga Panen Muda), dengan ciri khas daging renyah, tanpa rasa masam meskipun di nikmati saat biji buah belum terbentuk sempurna.
Ciri khas lain mangga ini adalah buah muda yang sering kali pecah menjelang tua.  Namun Alhamdulillah berkat pemberian nutrisi (Ca, Mgo dan pupuk lainnya) bisa signifikan untuk menguranginya.

buah kuning keputihan...
Tapi bukan itu yang akan saya bahas dalam kesempatan ini.  Kalau Fallan enak (baca : tidak masam) di nikmati saat buah masih muda, lalu bagaimana jika kita menikmati buahnya saat sudah tua ??


Bermula saat akan melakukan pruning total pada tanaman di rumah, saya petiklah beberapa buah yang sudah tua (tapi belum masak) di pohon.  Beberapa buah pun terkumpul.  Karena saat itu konsentrasi pada pembentukan tajuk tanaman, maka beberapa buah tadi pun saya abaikan.  Mungkin sudah bosen dengan rasa mangga ini yang datar tiada masam ataupun manisnya, sekali lagi membuat buah yang sudah terpetik saya abaikan.


belahan buah tua yang sudah didiamkan 3 hari lebih


memelihara buah tua di pohon, butuh nutrisi tepat
Saat beberapa hari buah di taruh di suhu ruangan, kulit mulai agak keriput dan daging buahpun mulai agak lembek.  Iseng-iseng satu buah saya iris dan mencoba untuk menikmatinya.
Subhanallah....ternyata lain banget rasanya.  Daging buah renyah tidak lembek, rasa manis muncul. Beda saat buah dimakan muda.  Akhirnya buah yang tersisapun tidak saya sia-siakan.... ludes di iris-iris hingga biji nya kelihatan kulitnya.... 

ukuran buah tidak terlalu besar, tapi genjah banget


selamat dari pecah buah berkat nutrisi yang memadai
Jadi jika Anda ingin cara lain menikmati MAPADA Falan ini, maka tunggu tua dikit, lalu simpan di suhu ruangan beberapa hari lagi.  Dijamin ketagihan.....

Semoga Bermanfaat...
Read More

Mangga Falan

Mangga Falan
Satu lagi koleksi mangga dikebun belakang rumah yang terlewatkan, dialah mangga Falan.  Sebenarnya tanaman ini sudah lama (3 tahun lebih) nangkring di kebun.  Label nama yang hilang juga sempat menjadikan bingung saat ditanya  oleh rekan-rekan "jenis mangga apa ini ?"
dompolan diatas genting
Pada saat pertama kali tanaman ini berbuah di kebun banyak buah yang pecah, kala itu beranggapan kalau si pohon sempat terabaikan dan kurang pasokan nutrisi.  Baru kala berbuah untuk ke dua kalinya saat itu sempat mencicipi rasa buahnya, dan ternyata ..hemmm...renyah tanpa rasa masam sekali.  Berbekal dengan rasa yang menurut saya enak ini, maka informasi untuk mencari nama varietas si mangga ini kembali saya lakukan.  Dari berbagai informasi ternyata dia termasuk varietas Falan.  Konon Falan dalam bahasa Thailand berarti Thunder atau petir.  Dan menurut informasi pula buah Falan ini akan cenderung pecah jika berbuah saat terjadi badai petir atau semacamnya.  
buah muda, renyah dan tanpa rasa masam

Beberapa orang sering menyebut juga sebagai  "MAPADA" (mangga panen muda), oleh karena mangga ini sudah tergolong enak meskipun dipanen muda.  Daging buah muda memiliki karakter yang renyah, dan tanpa rasa masam sama sekali.  Jadi bagi Anda yang suka "rujakan" maka mangga ini kurang cocok dijadikan bahan rujak, sekali lagi karena tidak ada rasa masamnya. 

tajuk oke banget

pentil buah
 Beberapa kali saat rekan dan teman main ke rumah, dengan sengaja saya petikan buah yang masih muda (biji belum terbentuk sempurna), dari situ pula pertama-tama pasti saya sodorkan aroma getah yang keluar kepada mereka.  Semua sepakat kalau dari aroma getahnya ini termasuk mangga yang sangat masam sekali (pada awalnya saya pun berpikiran demikian).  Namun setelah di kupas dan dibelah daging buahnya dan dicicipi, rata-rata semua berkomentar "Wah kok gak kecut sama sekali".... he he he ...ini lah kelebihan si Falan.   Subehanallah......

buah yang selamat dari "pecah muda"
Lantas bagaimana rasa buah jika tua ??  
Terus terang jarang sekali merasakan buah ini hingga tua, bahkan belum pernah sekali merasakan sampai masak pohon.  Pertama, karena masih muda pun si Falan ini sudah enak dikonsumsi.  Kedua, karena karakternya yang cenderung pecah jika kelebihan air, terutama musim hujan, menjadikan buah ini jarang beranjak tua di pohon.
Namun beberapa buah yang sempat tua di pohon (biji sudah terbentuk sempurna) berasa nikmat sekali, saking enaknya sampai lupa gimana mendiskripsikannya.  Meskipun buah ini berukuran tidak relatif besar, namun biji yang sangat tipis menjadikan bagian buah yang dimakan juga semakin banyak.  Ukuran buah mungkin berkisar 250-300 gram per buah.
biji super tipis, daging buah yang dimakan jadi lebih banyak
Pengalaman dari 3 kali berbuah yang rata-rata buah banyak pecah di pohon, menjadikan tantangan tersendiri untuk menghadapi musim buah berikutnya.  
Kesimpulan sementara sih karena pasokan air (hujan) yang banyak dan datang tiba-tiba, serta pemberian nutrisi terutama K yang mampu menjaga kelenturan kulit buah saat proses pembesaran yang belum optimal 

Mudah-mudahan untuk musim buah berikutnya masih diberi kesempatan untuk sedikit mengatasinya.

Semoga bermanfaat.....
Read More