Mengobati rasa penasaran tentang membuahkan tabulampot jambu air, Senen 16 Agustus 2010 kemarin saya sempatkan mengambil foto terhadap tabulampot yang diperlakukan pemotongan akar dan di kocor pupuk + asam amino.
Dari pengamatan, tingkat kerontokan bakal bunga hingga bunga mekar sampai menjadi pentil buah, ternyata sangat kecil sekali alias masih normal (tidak lebih dari 10 %).
| rontokkah aku ?? Alhamdulillah tidak... |
Pada masa pembesaran buah ini,
karena tanaman berada dalam pot, jangan sampai telat untuk menyiram air (setiap hari). Buah pentil akan berguguran jika kita lalai hal tersebut.
karena tanaman berada dalam pot, jangan sampai telat untuk menyiram air (setiap hari). Buah pentil akan berguguran jika kita lalai hal tersebut.
Berikan pupuk dengan kandungan K yang dominan pada masa ini.
Pemberian pupuk tersebut biasa saya lakukan dengan mengocor larutan pupuk yang terdiri dari 12 gram pupuk berkandungan NPK 15:10:32 plus mikro, kedalam 10 liter air, dan diberikan ke tanaman 1 minggu 2 kali.
Untuk pot ukuran diameter 40 cm pada gambar diatas, saya berikan larutan pupuk 1,5 liter setiap kali aplikasi.
Hal lain yang perlu diperhatikan pada masa ini adalah : pembungkusan terhadap buah pentil dan pengendalian hama penyakit
Pembungkusan buah dilakukan sedini mungkin agar buah terhindar dari serangan lalat buah sehingga tidak busuk dan mulus. Penjarangan dan seleksi buah juga bisa dilakukan untuk mendapatkan buah masak yang berkualitas.
Sering kali daun jambu air terkena serangan kutu putih dan Aphid, jika daun kurang sehat, peranan dia sebagai alat fotosintesis juga terganggu, sehingga pasokan energi untuk pembesaran buah juga kurang maksimal. Pengendalian hama penyakit ini bisa disemprot dengan campuran larutan sabun cuci cair ditambah sedikit insektisida. Pemberian pestisida organik lebih dianjurkan dalam hal ini, mengingat buah akan kita konsumsi sendiri.
semoga bermanfaat
( tamat....)