(Tulisan ini merupakan kajian terhadap Pupuk Amazing Grow (AG) yang telah memberikan saya kesempatan untuk mencoba produknya).
Mengulas tentang tanaman kelengkeng memang tidak ada habisnya. Percobaan dan pengamatan akan memberikan sebuah pengalaman yang sangat berarti untuk kemudian hari.
Setelah sukses membuahkan jenis Itoh beberapa waktu lalu, kali ini saya mengamati bagaimana sebenarnya mekanisme pemupukan yang baik agar produktivitas maksimal, dan tanaman tetap sehat dan produktif.
| buah pentil mulai serentak |
Bermula dari 1 paket AG Lengkeng Booster yang disodorkan kepada saya, maka terpilihlah 1 indukan lengkeng itoh di kebun untuk coba di buahkan. Dengan usia tanaman hampir 5 tahun, maka paket pun saya ambil 1/4
bagian, dicampur secara merata (AG Blue, AG Amino dan AG Lengkeng) lalu diaplikasikan ke tanaman dengan satu syarat "tanaman tidak sedang dalam kondisi mengeluarkan pupus muda".
bagian, dicampur secara merata (AG Blue, AG Amino dan AG Lengkeng) lalu diaplikasikan ke tanaman dengan satu syarat "tanaman tidak sedang dalam kondisi mengeluarkan pupus muda".
| perlu pasokan pupuk agar kualitas buah prima |
Dalam jangka waktu 37 hari setelah aplikasi munculah bakal bunga, dan dalam waktu 7-10 hari setelah itu bunga akan mekar. Dari pengamatan ternyata tidak semua tajuk membawa bunga, bunga muncul hanya 90 % dari jumlah tajuk yang ada, 10 % tidak membawa bunga.
Untung waktu aplikasi yang tepat (saat bunga mekar tidak musim hujan) menjadikan bunga banyak yang jadi pentil buah.
| dibungkus, menghindari kelelawar |
Perawatan pun dilakukan seperti biasa, disinilah suatu hal penting yang terlewatkan. Pemberian pupuk saat buah pentil ke arah tua jarang diberikan.
| panen-penen...petik yuk.... |
| hasil panen |
Singkat kata, setelah menunggu sekitar 4,5 bulan setelah bunga mekar maka saat panen pun tiba. Panen kali ini sengaja dilakukan serentak sekali petik guna mengetahui hasil produksi per tanaman.
Tak disangka, setelah semua buah terpetik dari pohon, begitu ditimbang ternyata total bobot buah mencapai 62,5 kg. Sebuah berat yang mengejutkan mengingat : a. banyak buah yang rontok dan busuk akibat diguyur hujan dalam masa pembesaran (lebih dari 10 %) ; b. jeleknya tajuk pohon akibat terlalu banyaknya dicangkok untuk di jadikan bibit.
Salah teknik dalam pembungkusan buah di musim hujan yang saya lakukan membuat buah banyak yang busuk. Pembungkusan yang terlalu rapat ternyata tidak boleh dilakukan disaat musim hujan, buah akan lembab dan jamur akan tumbuh subur disitu sehingga buah banyak yang busuk.
| saat penimbangan |
Ada dua kesimpulan yang dapat saya ambil disini,
pertama : meskipun dengan pemakaian pupuk yang minim ( 1//4 paket AG Lengkeng Booster) lengkeng mampu berbuah lebat dan mencapai 62,5 kg, akan tetapi pemberian pupuk selama pembesaran buah harus tetap dilakukan. Tidak bisa mengandalkan pupuk AG Blue yang diberikan di awal untuk menjaga kualitas buah. (terbukti dengan buah yang berkulit tipis, ukuran banyak yang sedang, gampang rontok dan daya simpan yang tidak lama)
Sebaiknya selama proses pembesaran buah hingga 1 minggu sebelum panen, tanaman perlu pasokan pupuk AG Blue dengan dosis total "setiap 20 kg buah lengkeng memerlukan 500 gram pupuk AG Blue". Pemberian dilakukan dengan interval 2 minggu sekali dari buah pentil hingga 1 minggu sebelum petik.
Jika itu saya lakukan sebelumnya, keyakinan untuk memetik 100 kg dari tanaman yang diuji coba bukan lah sesuatu yang mustahil.
Kedua, setelah panen dilakukan, sebulan setelah itu tanaman kelihatan merana. Menurut saya hal ini disebabkan karena dari awal dia kurang pasokan nutrisi. Energi dihabiskan untuk proses pembesaran dan pematangan buah, sehingga setelah panen dia kehabisan energi untuk pemulihan.
Untuk mengatasi hal diatas yang perlu diperhatikan adalah :
- Berikan pupuk yang cukup (saran saya AG Green) sebelum tanaman siap di buahkan
- Dosis untuk tanaman umur 5 tahun sebaiknya digunakan 1/3 paket AG Lengkeng Booster agar bunga muncul serempak
- Saat buah pentil hingga seminggu sebelum panen berikan pupuk AG Blue dengan rumus "setiap 20 kg buah memerlukan 500 gram pupuk" yang aplikasinya diberikan selang 2 minggu sekali.
- Berikan pupuk berimbang (AG Green) sesegera mungkin setelah panen. Dosis 250 gram per pohon.
| 3 minggu pasca panen, pohon masih merana akibat kurang pasokan nutrisi |
Berbekal pengalaman hasil panen beberapa waktu yang lalu, jika kita berpedoman pada ke-4 point diatas, sangat tidak mustahil untuk mencapai produktifitas minimal 90 kg untuk tanaman itoh dengan usia 5 tahun.
Akhir kata semoga ini menjadi masukan bagi Pupuk AG, dan bermanfaat bagi kita semua...